|
Kalau membaca idenya mas Hikmah Gumelar, saya merasa konsepnya yang masih masuk akal adalah coverage area yang luas. Tapi kalau melihat watak orang kita, rasanya bakal sulit untuk diterapkan. Konsep ini membutuhkan 'solidaritas' dan kerukunan yang tinggi yang sekarang ini sulit didapatkan dari bangsa kita ini.
Kenapa begitu? Sekarang terlalu banyak orang yang ingin menjadi 'penting'. Dan untuk itu mereka akan berjuang untuk menjadi yang didepan atau yang lebih kuat dari orang lain.
Jujur saya agak pesimis. Let's say sekarang Bapak A, bersedia memodali untuk membangun itu semua dan bisa menjalin jaringan dengan 50 RT/RW-net dan konsep ini kemudian dianggap 'berhasil'. Maka bisa jadi Bapak B yang kebetulan lebih kaya mungkin akan memodali orang lain untuk membangun jaringan yang mirip atau mungkin lebih keren. Diatas langit selalu ada langit.
Dan semua akan selalu seperti itu. Konsep semacam ini tidak bisa dihitung dari sisi bisnis, tapi seharusnya adalah untuk konsep kebersamaan. Tapi saya nggak yakin deh.
Paling tidak, saat ini saya di Surabaya mencoba membangun jaringan 'kerjasama' antar RT/RW-net saja susah. Kenapa? Karena sesama RT/RW-net ternyata juga bersaing. Kalau bisa menguasai satu kota sendirian, kenapa harus berbagi dengan 20 RT/RW-net yang lain? Toh, dimodali sendiri untuk 1 kota juga bisa...
Tapi boleh dicoba deh kalau memang sukses... semoga masih ada orang-orang yang berpikir tulus dan fair. |