| | |  | | | 
02-06-2009, 20:12
| | Forum Guru | | Join Date: Jan 2008
Posts: 1,316
iTrader: ( 1)
Thanks: 33
Thanked 130 Times in 91 Posts
| | | The Power of Kepepet
Catatan: Tulisan ini bukanlah tulisan saya, namun saya dapat dari milis manager indonesia.
Sungguh menarik bagi saya, dan ingin saya share disini. Quote: The Power of Kepepet
...dan kebetulan-kebetulanpun terjadi...
"Seandainya sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun
kurang dari 5 juta sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta, jam
9 esok hari?" Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar,
hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka mengukur
kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan penghasilan 5 juta
perbulan, jika saving-nya 2 juta perbulan, maka perlu 25 bulan untuk
mendapatkan 50 juta.
Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini,
anak Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras. Dokter
mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok juga, jika
tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa
dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah
sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak
bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa? Karena kepepet, jika
tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan melayang.
Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak
diberikan pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk
berpikir "bagaimana harus bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan
orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak?
Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar
apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan
keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari
gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran. KEPEPET VS IMING-IMING
Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang
pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal
tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal
yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya
adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk menggerakkan
audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah
mewah? atau bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang seminar, mereka
sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya,
sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga
halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi.
Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.
Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu
perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus.
"Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat
bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya. "Gimana, semangat?"
lanjut manager berinteraksi. "Semagaat..ngat..ngat!" sambut salesman,
sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun
berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,"Apa bonus
yang aku tawarkan kurang besar?". "Enggak kok Pak, cukup besar,
mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3 bulan masa 'iming-iming'
tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak
menekan di dalam meetingnya,"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target
penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah
keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi
calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak
pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika
dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat,
penghasilannya akan nol. "Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya,
target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga
terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.
97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming.
Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi
terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada
seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah
karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu
tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang
berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.
John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan "Establishing Sense
of Urgentcy" adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam
suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan
krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi
Visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power of Kepepet yang mendorong
untuk bergerak. MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET
Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang
'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan
gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita lakukan? Cara
pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan cara
menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet,
maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja
secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK, apa yang
Anda rasakan?
Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik. Misalnya
dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita
termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan
langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri
membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berpikir
bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan tidak punya tanggungan
keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba keluar kerja dan mulai usaha?!
Semua itu pilihan Anda lho, jangan salahkan saya untuk risikonya.
Tergantung dari karakter masing-masing orang. Saya menempuh cara yang
terakhir, cukup konyol, tapi berhasil. Namun jangan lupa, Integritas dan
Kredibilitas tetap harus dijaga.
Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH,
jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena
kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION.
| semoga berguna. | | The Following 12 Users Say Thank You to dencow For This Useful Post: | achim,
banci,
c0nf,
cu2nkni2nk,
dedikdwiyanto,
eddysubakir,
jorex,
mbahdukun,
Neo,
picazzo,
pugs,
[a] | 
03-06-2009, 08:56
| ![[a]'s Avatar](http://www.forummikrotik.com/customavatars/avatar1_2.gif) | Forum Advisor | | Join Date: Jun 2007 Location: Jakarta
Posts: 1,732
iTrader: ( 1)
Thanks: 306
Thanked 761 Times in 223 Posts
| | |
Great Article...
Thanks bro dah share....Hmm...sama seperti Om Bob yang klo gua baca dari bukunya, justru beliau secara sengaja menciptakan kondisi kepepet untuk diri sendiri...kalau istilah beliau adalah 'pingin miskin'...
thanks sekali lagi buat artikelnya, ini merupakan tamparan keras yang mudah2an bermanfaat buat gua...dan mudah2an bermanfaat buat teman2 yg lain... | 
03-06-2009, 09:32
|  | Forum Guru | | Join Date: Sep 2007
Posts: 1,487
iTrader: ( 1)
Thanks: 39
Thanked 111 Times in 86 Posts
| |
Ada yg pengen miskin ????
gampang...
sini bikin surat kuasa untuk mengalihkan tanpa syarat semua harta 'yg diperoleh secara halal' pada saya tinggalkan kolor aja...istri dan anak silahkan bawa aja....sebagai gantinya akan saya bantu mendapat penghargaan MURI sebagai 'orang terpengen miskin sedunia'
dijamin anda akan miskin dan kepepet :
1. istri kepepet cari suami baru yang waras dan kaya
2. anak2 kepepet cari bapak yang waras dan kaya
3. anda kepepet untuk cari istri baru...sebelumnya kepepet juga untuk harta baru
bohong besar kalo om Bob pengen miskin.....  | 
03-06-2009, 11:28
|  | Member | | Join Date: Dec 2008 Location: Mataram
Posts: 251
iTrader: ( 0)
Thanks: 72
Thanked 23 Times in 11 Posts
| |
Motivasi terkuat sih boleh aja kepepet.... tapi tetep aja bukan kepepetx yang nentuin.... hati kita bozzz....
cuma pendpt pribadi  | 
04-06-2009, 08:41
| | Forum Guru | | Join Date: Jan 2008
Posts: 1,316
iTrader: ( 1)
Thanks: 33
Thanked 130 Times in 91 Posts
| | |
menurut saya, sebenernya itu ditujukan untuk menggelitik nurani kita sendiri sebagai pribadi, seberapa niat kita dalam melangkah dan berkarya, bagaimana menjadikannya seoptimal mungkin tanpa harus kepepet.
info artikel diatas menurut saya intinya adalah bahwa kita punya potensi yang luar biasa dahsyat yang kadang baru muncul saat keadaan terpepet atau terjepit, bukan saat keadaan "santai".
apabila kita dapat memaksimalkan potensi kita, tentu apa yang akan kita dapat menjadi maksimal. | | The Following 2 Users Say Thank You to dencow For This Useful Post: | | 
15-06-2009, 23:36
| | Member Senior | | Join Date: Jul 2008
Posts: 369
iTrader: ( 0)
Thanks: 14
Thanked 13 Times in 12 Posts
| | | Mantap
Kebuktian sebagian ke gw,Di suruh bikin sharing internet sama si bos, karena kepepet takut di pecat, akhirnya googling terus, dari ndak bisa sampai bisa,
dari sharing pakai win xp,2003 server,isa server,ipcop,smothwall,monowall,wrt45gl,akhinya sampai sekarang pakai mikrotik juga,
tapi masih tetep kepepet juga sampai sekarang, masih kurang terus duit, buat makan,sewa rumah,kasih uang bulanan buat istri kekekekkekekek,
mudah2han dengan kepepetnya saya bisa menjadikan pemicu buat dapat ferari dan kapal pesiar hahahhhahahahahhahaha | 
15-06-2009, 23:44
|  | Forum Guru | | Join Date: Sep 2007
Posts: 1,487
iTrader: ( 1)
Thanks: 39
Thanked 111 Times in 86 Posts
| | |
yang tepat menurut saya adalah "GOOD WILL & IRON WILL" | 
16-06-2009, 10:15
|  | Forum Guru | | Join Date: May 2008
Posts: 1,516
iTrader: ( 3)
Thanks: 46
Thanked 313 Times in 148 Posts
| |
kepepet bisa jadi pemicu tp tetep kita perlu "GOOD WILL & IRON WILL".  | 
16-06-2009, 17:12
|  | Member Super Senior | | Join Date: Dec 2008
Posts: 504
iTrader: ( 0)
Thanks: 4
Thanked 35 Times in 26 Posts
| |
kayaknya mending mepet2 kayak di KRL Depok-Kota...seh dari pada kepepet ...  | 
16-06-2009, 18:47
|  | Forum Guru | | Join Date: May 2008
Posts: 1,516
iTrader: ( 3)
Thanks: 46
Thanked 313 Times in 148 Posts
| | Quote:
Originally Posted by gundala kayaknya mending mepet2 kayak di KRL Depok-Kota...seh dari pada kepepet ...  | mantabs gan, jadi inget masa lalu   | 
21-07-2009, 20:52
|  | Forum Guru | | Join Date: Jun 2009
Posts: 1,076
iTrader: ( 2)
Thanks: 101
Thanked 397 Times in 134 Posts
| | Quote:
Originally Posted by Ye_Nan_Thien mantabs gan, jadi inget masa lalu   | boleh neh crita masa lalu yg kpepet2...tar smua pd crita2...gmn?stuju??
q jg pnya crita kpepet...  | 
27-07-2009, 20:30
| | Newbie | | Join Date: Sep 2007
Posts: 26
iTrader: ( 0)
Thanks: 1
Thanked 4 Times in 2 Posts
| | Quote:
Originally Posted by uburcumi boleh neh crita masa lalu yg kpepet2...tar smua pd crita2...gmn?stuju??
q jg pnya crita kpepet...  | monggo duluan..  | 
27-07-2009, 20:42
|  | Moderator | | Join Date: Oct 2007 Location: •`¯)–––•÷••Medan Metropolitan••÷•–––(¯`•™
Posts: 1,746
iTrader: ( 0)
Thanks: 55
Thanked 116 Times in 93 Posts
| |
pettt...pettt...mpettttt dunkkk kepepet.....  | 
29-07-2009, 00:35
|  | Member Super Senior | | Join Date: Jul 2007 Location: Bdg, Id.
Posts: 592
iTrader: ( 0)
Thanks: 41
Thanked 37 Times in 35 Posts
| |
asli ngakak baca nya
tapi jujur aja
bukannya kita semua kepepet jadi admin ??  | 
30-07-2009, 19:37
| | Baru Gabung | | Join Date: Apr 2008
Posts: 10
iTrader: ( 0)
Thanks: 2
Thanked 0 Times in 0 Posts
| | |
heheh virusnya mas jay ternyata udah nyebar kemana2 ... jadi yang sekarang kerja jadi admin, teknisi warnet, OP warnet, teknisi ISP saatnya berubah ,,, berhenti kerja dan jadilah bos :P | |
Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests) | | |
Posting Rules
| You may not post new threads You may not post replies You may not post attachments You may not edit your posts HTML code is Off | | | |