Menkominfo Mohammad Nuh berjanji akan tanggung jawab jika pemenang tender broadband wireless access (BWA) gagal memberikan layanan internet yang berkualitas bagi masyarakat.

Pekan lalu, pemerintah telah mengumumkan pemenang tender BWA yang diperkirakan akan menyumbang pendapatan negara sejumlah Rp 877,28 miliar dari pemenang guna mendapatkan lisensi.

Para pemenang lisensi di pita lebar 2,3 GHz tersebut adalah PT. Telkom, PT Power Telecom, PT Jasnikom Gemanusa, PT Indosat, PT Internet Madju Abad Milenindo, PT Indosat Mega Media, PT Sejahtera Globalindo, PT Internux, dan PT Centrin Online.

Selanjutnya, PT Global Komunika Dewata, PT First Media, PT Bakrie Telecom, PT Jasnita Telekomindo, PT MSH Niaga Telecom Indonesia, PT Berca Hardayaperkasa, Konsorsium Moratelindo Teleglobal, dan PT Rahajasa Media Internet (a/n. Konsorsium Wimax Indonesia).

Sebagian dari perusahaan itu bisa dibilang muka baru yang belum punya pengalaman di bidang telekomunikasi. Jangankan pengalaman, kepemilikan infrastrukturnya saja diragukan banyak kalangan. Hal ini dinilai bisa menghambat penggelaran jaringan sesuai target kepada masyarakat.

"beh ... mulai berpikir strategi buat rt rw net .. di masa depan namun di sisi lain rt rw net bisa menjadi ujung tombak yg langsung bersentuhan dengan masyarakat langsung. akan kan para pemilik rt rw net akan di beri peluang ... ? untuk ikut memasyarakatkan internet ?

hopefully yes, atau sebaliknya .. akan dilindas abis ... ?? mari kita cermati bersama sama ... mumpung pemerintah lagi sibut ngurusi century .. hueheuheuheue.......... Click here to enlarge