Tulisan ini dbuat sebagai tanggapan dari rekan forum yang minta dibantu setup server dialin (PPP Server) di mikrotik. Modem yang digunakan bukan modem , , atau tetapi modem analog yang dulu sering dipakai untuk koneksi ke internet atau bbs melalui atau (telkom). Modem yang penulis gunakan adalah modem internal hard modem tipe bukan , modem tipe PCI biasanya . Modem ini punya jumper untuk IRQ sehingga bisa menambah jumlah koneksi serial di komputer, yang biasanya maksimum dua bisa nambah satu menjadi 3. Penulis dulu pernah setup dialin server di komputer redhat linux dengan dua modem eksternal dan 1 modem internal.
Click here to enlarge
Kembali ke topik semula, sebenarnya manual default mikrotik sudah cukup jelas menerangkan bagaimana konfigurasi dan setup modem untuk server dialin (PPP Server) atau client dialin (PPP Client). Sayangnya manual mikrotik tidak memberikan contoh analisa modem via terminal baik secara visual maupun tulisan. Analisa modem diperlukan apabila koneksi yang dipilih gagal dilakukan sehingga memerlukan cara agar bisa berkomunikasi langsung dengan modem dengan memasukkan perintah-perintah ke modem.
Setelah modem internal dipasang dan mikrotik dihidupkan, beginilah tampilan System > Resources > IO di winbox yang memperlihatkan ada 3 serial port:
Click here to enlarge
Klik Ports memperlihatkan ada 3 buah port serial termasuk 1 untuk Serial Console:
Click here to enlarge
Agar bisa memanfaatkan modem, serial console di-disable dulu.
Click here to enlarge
Buka new terminal dan jalankan perintah untuk masuk ke terminal serial1:
Click here to enlarge
Coba masukkan perintah at commands default seperti ATZ jika tidak ada output di layar berarti port serial yang digunakan tidak sesuai, selanjutnya tekan Ctrl+A dan Q untuk keluar dari terminal serial1:
Click here to enlarge
Sekarang ganti memakai serial2:
Code:
[admin@Mikrotik] > system serial-terminal serial2

[Ctrl-A is the prefix key]
Masukkan perintah ATZ, jika berhasil lanjutkan dengan at command yang lain.
Code:
atz
OK
ati0
33600

OK
ati1
255

OK
ati2
OK

OK
ati3
V2.200F6-V34_ACF_DP1

OK
ati4
AT-336PCR FOR STANDARD 10/21/97

OK
ati5
022

OK
ati6
RCV336DPFSP Rev 44BC

OK
ati7
000

OK
ati8
ERROR

[Q - quit connection] [B - send break]
[A - send Ctrl-A prefix] [R - autoconfigure rate]

Welcome back!
[admin@Mikrotik] >
Sekarang coba test apakah modem bisa dipakai dial keluar misalnya ke telkomnet instan. Sebelumnya naikkan baudrate serial2 ke 115200 dari default 9600.
Code:
[admin@Mikrotik] > port set serial2 baud-rate=115200
[admin@Mikrotik] > system serial-terminal serial2

[Ctrl-A is the prefix key]

AT&FE1Q0V1X4&C1&D2
OK
ATDT080989999
CONNECT 115200
~ }# !}! } )}!}$}&@}%}&rTe*}”}&} } } } }1}$}&@}7}$} }#}$ #}3})}#}(} }#}*2}2}6 ~~ }
# !}! } )}!}$}&@}%}&rTe*}”}&} } } } }1}$}&@}7}$} }#}$ #}3})}#}(} }#}*2}2, ~

[Q - quit connection] [B - send break]
[A - send Ctrl-A prefix] [R - autoconfigure rate]

Welcome back!
[admin@Mikrotik] >
Referensi :
  1. Manual Mikrotik refman2.9.pdf

Catatan, tulisan ini juga dimuat juga di blog penulis .