Follow us on...
Follow us on G+ Follow us on Twitter Follow us on Facebook Watch us on YouTube
Register
Results 1 to 5 of 5
  1. #1
    Status
    Offline
    kodaiku's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Sep 2014
    Posts
    4
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0

    Question Routing & Bridging

    Selamat Malam para sahabat sekalian, saya punya beberapa pertanyaan terkait judul diatas, tapi sebelum itu saya minta maaf kalau salah kamar karena saya kurang tau dimana saya harus menanyakan hal ini, tapi saya rasa pertanyaan ini cukup berat kalau saya taruh di "forum beginner basic" (meskipun banyak sesepuh yang nyamar di forum beginner basic) dan juga karna pertanyaan ini bukan hapalan tentang teknik cofigure, tapi pemahaman yang mendalam tentang networking, oke langsung aja pertanyaan saya adalah :

    1. apa kelebihan dan kekurangan dari kedua teknik diatas ?
    2. saya pernah baca di mikrotik.co.id, kalau teknik bridging itu kelemahannya adalah, akan banyak terjadi broadcast sehingga lalu lintas jaringan akan padat ketika teknik ini digunakan pada skala besar(saya scan dengan wireshark 2 detik ada sekitar 120 broadcast), pertanyaanya ?
    berapa kah jumlah station dan client sehingga sebuah network bisa dikatakan besar, sedang atau kecil ?

    mungkin itu saya yang ingin saya tanyakan, oh ya alasan saya bertanya bukan untuk menguji pengetahuan teman2 tapi saya benar2 ingin tau apa kah kelebihan dan kekurangan dari kedua teknik diatas, kebetulan saya di percaya untuk jadi tukang tarik kabel utp, dengan arsitektur jaringan
    192.168.140.0/22 menggunakan metode bridging.

    terimakasih.

  2. #2
    Status
    Offline
    ferrycupu's Avatar
    Member Super Senior
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Jakarta
    Posts
    564
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    8
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0

  3. #3
    Status
    Offline
    Anto.PJ's Avatar
    Forum Guru
    Join Date
    May 2011
    Location
    macz
    Posts
    1,697
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    7
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    bridge bekerja di layer 2, routing di layer 3.
    kelebihan bridge, karena hanya bekerja di layer2, maka bridge hanya mengenal MAC address. kecuali untuk brouting(bridge-Routing)
    dalam topologi sederhana, bridge lebih simpel.. misalnya 2 node end-to-end path, dan topologi star (point to multi point).
    jika digunakan dalam jaringan yang cukup besar, memang bridge bakal kewalahan.. kenapa?
    MAC Address tidak mengenal subnetting, 1 device memiliki 1 unique MAC address, jika ada 10 device dari 1 produsen sih gpp ya. cukup multicast aja, MAC adressnya berdekatan.
    tapi ketika beda produsen, MAC adressnya berjauhan ya broadcast jadinya.. so misalnya paket frame masuk dari eth1, jika MAC penerima belum terdaftar di ARP list bridge, paket akan teruskan ke eth2, eth3, dst hingga penerima ketemu.

    apabila sudah diterapkan di topologi ring, atau misalnya anda memasang backup link.. seperti halnya switching, bridge akan membuat masalah, semisal broadcast storm, atau bridge loop
    karena layer 2 tidak mengenal Time To Live seperti pada protokol TCP/IP. so.. paket yang sama namun datangnya dari link yang berbeda tidak bisa dibedakan(timestamp?).. nah, sesuai cara kerjanya diatas, maka paket bisa saja diteruskan lagi ke pengirim, diterima dan dikirim balik tanpa henti (loop) dan siklus ini membuat jaringan ngos-ngosan. tapi menghidupkan Spanning Tree Protocol dapat meminimalisir hal ini..

    Routing ya layer 3.. kalau sebuah paket dengan tujuan kealamat tertentu tapi Network ID/prefix tidak terdaftar di tabel route, ga diteruskan.
    dan arah routenya sudah pasti ke interface mana, tidak di broadcast ke semua interface.
    anda tidak bisa mengarahkan/routing 1 buah paket ke 2 interface bersamaan , berbeda dengan bridge.. 1 paket diteruskan keseluruh interface hingga menemukan si penerima.

    setahu saya gitu.. kalo salah mohon maaf.

  4. The Following User Says Thank You to Anto.PJ For This Useful Post:


  5. #4
    Status
    Offline
    kodaiku's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Sep 2014
    Posts
    4
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by ferrycupu Click here to enlarge
    terima kasih atas jabannya

  6. #5
    Status
    Offline
    kodaiku's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Sep 2014
    Posts
    4
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by Anto.PJ Click here to enlarge
    bridge bekerja di layer 2, routing di layer 3.
    kelebihan bridge, karena hanya bekerja di layer2, maka bridge hanya mengenal MAC address. kecuali untuk brouting(bridge-Routing)
    dalam topologi sederhana, bridge lebih simpel.. misalnya 2 node end-to-end path, dan topologi star (point to multi point).
    jika digunakan dalam jaringan yang cukup besar, memang bridge bakal kewalahan.. kenapa?
    MAC Address tidak mengenal subnetting, 1 device memiliki 1 unique MAC address, jika ada 10 device dari 1 produsen sih gpp ya. cukup multicast aja, MAC adressnya berdekatan.
    tapi ketika beda produsen, MAC adressnya berjauhan ya broadcast jadinya.. so misalnya paket frame masuk dari eth1, jika MAC penerima belum terdaftar di ARP list bridge, paket akan teruskan ke eth2, eth3, dst hingga penerima ketemu.

    apabila sudah diterapkan di topologi ring, atau misalnya anda memasang backup link.. seperti halnya switching, bridge akan membuat masalah, semisal broadcast storm, atau bridge loop
    karena layer 2 tidak mengenal Time To Live seperti pada protokol TCP/IP. so.. paket yang sama namun datangnya dari link yang berbeda tidak bisa dibedakan(timestamp?).. nah, sesuai cara kerjanya diatas, maka paket bisa saja diteruskan lagi ke pengirim, diterima dan dikirim balik tanpa henti (loop) dan siklus ini membuat jaringan ngos-ngosan. tapi menghidupkan Spanning Tree Protocol dapat meminimalisir hal ini..

    Routing ya layer 3.. kalau sebuah paket dengan tujuan kealamat tertentu tapi Network ID/prefix tidak terdaftar di tabel route, ga diteruskan.
    dan arah routenya sudah pasti ke interface mana, tidak di broadcast ke semua interface.
    anda tidak bisa mengarahkan/routing 1 buah paket ke 2 interface bersamaan , berbeda dengan bridge.. 1 paket diteruskan keseluruh interface hingga menemukan si penerima.

    setahu saya gitu.. kalo salah mohon maaf.
    terima kasih atas jawabannya, dari jawabannya mungkin sudah waktunya merombak jaringan saya dari briging ke routing, soalnya sistem yangtadinya realtime jadi gak realtime lagi, padahal dari bandwith yang disediakan, BACKBONE dan AP, bisa dikatakan lebih dari kebutuhan transfer data, tapi kok masih banyak data yang pending, jadi ya itu tadi sistemnya jadi ga realtimne lagi(seperti dulu waktu AP dan client masih sedikit), ok lah gan terima kasih sudah mau meluangkan waktunya menjawab pertanyaan saya ini.

 

 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. hapus nama routing mark/routing table
    By damai in forum General Networking
    Replies: 0
    Last Post: 12-10-2010, 01:08
  2. bridging TP link dan BM2
    By cyberfish in forum Wireless Networking
    Replies: 7
    Last Post: 07-02-2010, 15:10
  3. [asK] konsep bridging
    By zeech in forum General Networking
    Replies: 17
    Last Post: 05-09-2009, 23:51
  4. [ASK] Bridging VS Routing
    By masea in forum Wireless Networking
    Replies: 21
    Last Post: 04-07-2008, 14:45
  5. <ask> seting network dgn routing not bridging
    By sukhoi37 in forum General Networking
    Replies: 4
    Last Post: 31-03-2008, 20:31

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •