Para master dan suhu, saya lagi ada problem sederhana Mikrotik, tapi cukup merepotkan (setidaknya untuk ukuran otak saya yg mini ini)... Dan saya sudah coba search, tapi belum ada kasus spt ini.

Gambarnya kira2 seperti ini. Saya berencana membuat sistem wireless dengan dual SSID.
wlan1 device digunakan untuk wireless lan, sementara Virtual AP digunakan untuk hotspot. Keduanya menggunakan kelas IP yg berbeda.

Ini skenarionya menggunakan sebuah RB-411A. DHCP servers menggunakan 1 server dari RB-450 terpisah.

DHCP1 (eth1 router A) (172.17.xx.xx/22)------- Eth1-----wlan1
DHCP2 (vlan1 dari eth1 router A) (10.10.xx.xx/24) ------- vlan1-----wlan2 (Virtual AP).

Semua sudah beres hanya sampai di tahap eth1 dan vlan1 (keduanya dites menggunakan DHCP client, dan masing2 bisa berhasil mendapatkan IP sesuai DHCP masing2 (nggak crossing).

Masalah timbul jika dilakukan bridging.
Jika eth1 & wlan1 dibridging (bridge1), maka vlan1 tidak akan bisa mendapatkan IP dari DHCP2. eth1 tetap bisa dapat IP dari DHCP1 dengan lancarnya.
Jika vlan1 & vlan2 dibridging (bridge2), maka vlan1 tidak bisa mendapatkan IP (walau bridge1 dioff kan).

Kira2 salahnya dimana ya? Logika sederhananya sih masuk...
Terima kasih banyak sebelumnya...