Follow us on...
Follow us on G+ Follow us on Twitter Follow us on Facebook Watch us on YouTube
Register
Page 3 of 8 FirstFirst 12345 ... LastLast
Results 31 to 45 of 113
  1. #31
    Status
    Offline
    WiLLy85's Avatar
    Newbie
    Join Date
    May 2008
    Posts
    22
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Saya tertarik dengan case ini, karena ini juga sedang saya implementasikan di tempat saya. Tapi setelah saya coba, kenapa masih gagal yah kalo pake IDM... Kesedot semua jadinya... Click here to enlarge

    @Ye_nan_thien: sedikit ralat untuk v3. ga bisa pake seperti ini, boss:
    /queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k
    harus seperti ini:
    /queue tree add name=Download parent=Local max-limit=262144

  2. #32
    Status
    Offline
    donipermono1982's Avatar
    Moderator
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta Selatan
    Posts
    2,809
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by Ye_Nan_Thien Click here to enlarge
    Pilihan lain metode bandwidth manajemen ini, kalau seandainya ingin
    bandwidth tersebut dibagi sama rata oleh Mikrotik, seperti bandwidth
    256kbps downstream dan 256kbps upstream. Sedangkan client yang akan
    mengakses sebanyak 10 client, maka otomatis masing-masing client
    mendapat jatah bandwidth upstream dan downstream sebanyak 256kbps
    dibagi 10. Jadi masing-masing dapat 25,6kbps. Andaikata hanya 2 Client
    yang mengakses maka masing-masing dapat 128kbps.

    Untuk itu dipakai type PCQ (Per Connection Queue), yang bisa secara
    otomatis membagi trafik per client. Tentang jenis queue di mikrotik
    ini dapat dibaca pada manualnya di
    ros/2.9/root/queue.php.

    Sebelumnya perlu dibuat aturan di bagian MANGLE. Seperti :

    --------------------------------------------------------------------
    /ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/27 \
    action=mark-connection new-connection-mark=users-con
    /ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet \
    new-packet-mark=users chain=forward
    ----------------------------------------------------------------------

    Karena type PCQ belum ada, maka perlu ditambah, ada 2 type PCQ ini.
    Pertama diberi nama pcq-download, yang akan mengatur semua trafik
    melalui alamat tujuan/destination address. Trafik ini melewati
    interface Local. Sehingga semua traffik download/downstream yang
    datang dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.

    Tipe PCQ kedua, dinamakan pcq-upload, untuk mengatur semua trafik upstream
    yang berasal dari alamat asal/source address. Trafik ini melewati
    interface public. Sehingga semua traffik upload/upstream yang berasal
    dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.

    Perintah:
    -------------------------------------------------------------------------
    /queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address
    /queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address
    -------------------------------------------------------------------------

    Setelah aturan untuk PCQ dan Mangle ditambahkan, sekarang untuk aturan
    pembagian trafiknya. Queue yang dipakai adalah Queue Tree, Yaitu:

    -------------------------------------------------------------------------
    /queue tree add parent=Local queue=pcq-download packet-mark=users
    /queue tree add parent=Public queue=pcq-upload packet-mark=users
    -------------------------------------------------------------------------

    Perintah diatas mengasumsikan, kalau bandwidth yang diterima dari provider
    Internet berflukstuasi atau berubah-rubah. Jika kita yakin bahwa bandwidth
    yang diterima, misalkan dapat 256kbs downstream, dan 256kbps upstream, maka
    ada lagi aturannya, seperti :

    Untuk trafik downstreamnya :
    ------------------------------------------------------------------------
    /queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k
    /queue tree add parent=Download queue=pcq-download packet-mark=users
    -------------------------------------------------------------------------

    Dan trafik upstreamnya :
    ---------------------------------------------------------------------------
    /queue tree add name=Upload parent=Public max-limit=256k
    /queue tree add parent=Upload queue=pcq-upload packet-mark=users
    ---------------------------------------------------------------------------

    kutip dari tutorialnya TOKET - Terbitan Online Kecoak Elektronik

    Saran saya Pake Simple Queue aj Simple dan ngak Ribet.
    Nais Inpoh... gan

    Vote Simple queue for the choice !Click here to enlarge

  3. #33
    Status
    Offline
    donipermono1982's Avatar
    Moderator
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta Selatan
    Posts
    2,809
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by WiLLy85 Click here to enlarge
    Saya tertarik dengan case ini, karena ini juga sedang saya implementasikan di tempat saya. Tapi setelah saya coba, kenapa masih gagal yah kalo pake IDM... Kesedot semua jadinya... Click here to enlarge

    @Ye_nan_thien: sedikit ralat untuk v3. ga bisa pake seperti ini, boss:
    /queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k
    harus seperti ini:
    /queue tree add name=Download parent=Local max-limit=262144
    emang versi berapa bro sekarangClick here to enlarge

  4. #34
    Status
    Offline
    WiLLy85's Avatar
    Newbie
    Join Date
    May 2008
    Posts
    22
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    @donipermono1982:
    saya pake RB450 bro, yg versi 3.10. pas copas dari settingan bro ye_nan_thien di terminal ga bs, harus integer. gt sih errornya~

    saya coba pake queue tree, tapi masih gagal... skemanya begini:

    * total bw dari ISP Up to 4Mbps (int'l shared, local dedicated 1:1)
    * ada dua network A & B, subnetnya: 192.168.1.0/24 n 192.168.2.0/24
    * ada 1 user di network A (192.168.1.0/24) yg harus dikasi bw gedean, soalnya dia the big boss Click here to enlarge. Let's say IP nya 192.168.1.123 , katakanlah kita kasih 3Mbps buat dia. Dia ini jarang2 ada di tempat, bisa dibilang 1 hari paling lama cuma 3jam aja pake internet.
    * untuk network A dikasi bw 3.5Mbps download : unlimited upload, pengennya sih ke share rata. jadi kalo ada 10 user connected, masing2 bisa dapet up to 350kbps CMIIW.
    * untuk network B dikasi bw 512kbps download : 512 kbps upload, user di network B hanya ada 10 user saja. jadi harapannya masing2 bisa dpt bw upto 51,2 kbps kalo semua nya pada make barengan.

    ada rekan2 yg punya saran baiknya gimana? saya uda coba ngoprek pake contoh queue tree sesuai skema di atas, tapi masih ditembus dengan suksesnya oleh IDM seorang rekan yg notabene ada di network A, jadi dia bisa ambil ampir semua bw network A~ -_-

    Terima kasih buat saran dan masukannya Click here to enlarge

  5. #35
    Status
    Offline
    ch4rli3's Avatar
    Member
    Join Date
    Jul 2007
    Posts
    158
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by WiLLy85 Click here to enlarge
    @donipermono1982:
    saya pake RB450 bro, yg versi 3.10. pas copas dari settingan bro ye_nan_thien di terminal ga bs, harus integer. gt sih errornya~

    saya coba pake queue tree, tapi masih gagal... skemanya begini:

    * total bw dari ISP Up to 4Mbps (int'l shared, local dedicated 1:1)
    * ada dua network A & B, subnetnya: 192.168.1.0/24 n 192.168.2.0/24
    * ada 1 user di network A (192.168.1.0/24) yg harus dikasi bw gedean, soalnya dia the big boss Click here to enlarge. Let's say IP nya 192.168.1.123 , katakanlah kita kasih 3Mbps buat dia. Dia ini jarang2 ada di tempat, bisa dibilang 1 hari paling lama cuma 3jam aja pake internet.
    * untuk network A dikasi bw 3.5Mbps download : unlimited upload, pengennya sih ke share rata. jadi kalo ada 10 user connected, masing2 bisa dapet up to 350kbps CMIIW.
    * untuk network B dikasi bw 512kbps download : 512 kbps upload, user di network B hanya ada 10 user saja. jadi harapannya masing2 bisa dpt bw upto 51,2 kbps kalo semua nya pada make barengan.

    ada rekan2 yg punya saran baiknya gimana? saya uda coba ngoprek pake contoh queue tree sesuai skema di atas, tapi masih ditembus dengan suksesnya oleh IDM seorang rekan yg notabene ada di network A, jadi dia bisa ambil ampir semua bw network A~ -_-

    Terima kasih buat saran dan masukannya Click here to enlarge
    Coba di pahami dan di pelajari artikel d bawah ini,

    Click here to enlarge

  6. The Following 2 Users Say Thank You to ch4rli3 For This Useful Post:


  7. #36
    Status
    Offline
    adhielesmana's Avatar
    Administrator
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    http://www.adhielesmana.com
    Posts
    3,054
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0

    Top

    Click here to enlarge Originally Posted by ch4rli3 Click here to enlarge
    Coba di pahami dan di pelajari artikel d bawah ini,

    Click here to enlarge
    TOP banget dan Berfungsi Optimal..
    Click here to enlarge

  8. #37
    Status
    Offline
    WiLLy85's Avatar
    Newbie
    Join Date
    May 2008
    Posts
    22
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    @ch4rli3:

    Terima kasih linknya. Akan saya pelajari lebih lanjut Click here to enlarge

  9. #38
    Status
    Offline
    Ye_Nan_Thien's Avatar
    Forum Guru
    Join Date
    May 2008
    Posts
    1,731
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    3 (100%)
    Click here to enlarge Originally Posted by WiLLy85 Click here to enlarge
    @donipermono1982:
    saya pake RB450 bro, yg versi 3.10. pas copas dari settingan bro ye_nan_thien di terminal ga bs, harus integer. gt sih errornya~

    saya coba pake queue tree, tapi masih gagal... skemanya begini:

    * total bw dari ISP Up to 4Mbps (int'l shared, local dedicated 1:1)
    * ada dua network A & B, subnetnya: 192.168.1.0/24 n 192.168.2.0/24
    * ada 1 user di network A (192.168.1.0/24) yg harus dikasi bw gedean, soalnya dia the big boss Click here to enlarge. Let's say IP nya 192.168.1.123 , katakanlah kita kasih 3Mbps buat dia. Dia ini jarang2 ada di tempat, bisa dibilang 1 hari paling lama cuma 3jam aja pake internet.
    * untuk network A dikasi bw 3.5Mbps download : unlimited upload, pengennya sih ke share rata. jadi kalo ada 10 user connected, masing2 bisa dapet up to 350kbps CMIIW.
    * untuk network B dikasi bw 512kbps download : 512 kbps upload, user di network B hanya ada 10 user saja. jadi harapannya masing2 bisa dpt bw upto 51,2 kbps kalo semua nya pada make barengan.

    ada rekan2 yg punya saran baiknya gimana? saya uda coba ngoprek pake contoh queue tree sesuai skema di atas, tapi masih ditembus dengan suksesnya oleh IDM seorang rekan yg notabene ada di network A, jadi dia bisa ambil ampir semua bw network A~ -_-

    Terima kasih buat saran dan masukannya Click here to enlarge
    Jangan langsung kopi paste di Terminal, coba di pahami masing-masing script.

    coba pake winbox setingnya. caranya baca scriptnya trus terapin di winbox. coba di mengerti per script.

  10. #39
    Status
    Offline
    happiers07's Avatar
    Member
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    162
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    2
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by Ye_Nan_Thien Click here to enlarge
    Pilihan lain metode bandwidth manajemen ini, kalau seandainya ingin
    bandwidth tersebut dibagi sama rata oleh Mikrotik, seperti bandwidth
    256kbps downstream dan 256kbps upstream. Sedangkan client yang akan
    mengakses sebanyak 10 client, maka otomatis masing-masing client
    mendapat jatah bandwidth upstream dan downstream sebanyak 256kbps
    dibagi 10. Jadi masing-masing dapat 25,6kbps. Andaikata hanya 2 Client
    yang mengakses maka masing-masing dapat 128kbps.

    Untuk itu dipakai type PCQ (Per Connection Queue), yang bisa secara
    otomatis membagi trafik per client. Tentang jenis queue di mikrotik
    ini dapat dibaca pada manualnya di
    ros/2.9/root/queue.php.

    Sebelumnya perlu dibuat aturan di bagian MANGLE. Seperti :

    --------------------------------------------------------------------
    /ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/27 \
    action=mark-connection new-connection-mark=users-con
    /ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet \
    new-packet-mark=users chain=forward
    ----------------------------------------------------------------------

    Karena type PCQ belum ada, maka perlu ditambah, ada 2 type PCQ ini.
    Pertama diberi nama pcq-download, yang akan mengatur semua trafik
    melalui alamat tujuan/destination address. Trafik ini melewati
    interface Local. Sehingga semua traffik download/downstream yang
    datang dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.
    IP 192.168.0.0/27 << itu local atau publik om? Click here to enlarge

  11. #40
    Status
    Offline
    donipermono1982's Avatar
    Moderator
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta Selatan
    Posts
    2,809
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by happiers07 Click here to enlarge
    IP 192.168.0.0/27 << itu local atau publik om? Click here to enlarge
    harusnya lokal Click here to enlarge

  12. The Following User Says Thank You to donipermono1982 For This Useful Post:


  13. #41
    Status
    Offline
    happiers07's Avatar
    Member
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    162
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    2
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by donipermono1982 Click here to enlarge
    harusnya lokal Click here to enlarge
    iya ya.....haha...jd malu gan Click here to enlarge

  14. #42
    Status
    Offline
    donipermono1982's Avatar
    Moderator
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta Selatan
    Posts
    2,809
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by happiers07 Click here to enlarge
    iya ya.....haha...jd malu gan Click here to enlarge
    masih pake baju sama celana kan..koq malu Click here to enlarge

  15. #43
    Status
    Offline
    Ye_Nan_Thien's Avatar
    Forum Guru
    Join Date
    May 2008
    Posts
    1,731
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    3 (100%)
    Click here to enlarge Originally Posted by happiers07 Click here to enlarge
    IP 192.168.0.0/27 << itu local atau publik om? Click here to enlarge
    Lokal

    ini Lengkapnya g copy paste. (KITAB SUCI Mikrotik g)
    ################################################## ##################
    TOKET - Terbitan Online Kecoak Elektronik
    Defending the classical hackers mind since 1995

    Publisher :
    Contact : staff@kecoak-elektronik.net
    ################################################## ##################

    Subject : Instalasi, Konfigurasi dan Optimasi Mikrotik RouterOS
    Writer : r0t0r of Kecoak Elektronik
    Contact : rotor@kecoak-elektronik.net
    Style : Unicode Transformation Format (UTF-8)


    --[1]-- Kecoak Elektronik License

    Kecoak Elektronik secara aktif mendukung Blue Ribbon Campaign.
    Kami akan berusaha untuk menerbitkan semua informasi yang kami anggap
    patut diketahui, baik dokumen teks, artikel majalah, atau surat kabar.
    Seluruh kredit akan diberikan kepada sang pengarang.

    Kecoak Elektronik tidak bertanggung jawab atas tindakan orang lain.
    Informasi yang disajikan di situs ini adalah untuk tujuan pendidikan
    dan informasionil belaka. Jika Anda memutuskan untuk mengejawantahkan
    dalam bentuk apapun informasi yang tersimpan di situs ini, Anda
    melakukan atas keputusan sendiri, dan tidak seorangpun selain Anda
    bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

    Dipersilahkan untuk mengambil sebagian atau seluruh dari isi artikel
    yang kami terbitkan dengan tetap mencantumkan kredit atas pengarang
    dan Kecoak Elektronik sebagai penerbit online. Artikel yang dikutip
    atau diambil tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan komersil.


    --[2]-- Intro

    MikroTik RouterOSâ„¢, merupakan system operasi Linux base yang diperuntuk
    kan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi
    penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application
    (WinBox). Webbrowser serta via Remote Shell (telnet dan SSH). Selain
    itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan
    dijadi kan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar
    untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan
    beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll)
    disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

    Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :
    - Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.
    - Statefull firewall
    - HotSpot for Plug-and-Play access
    - remote winbox GUI admin

    Lebih lengkap bisa dilihat di .

    Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus
    membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial
    hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software mikrotik dalam
    bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM).
    Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan
    DOM pada slot IDE PC kita.

    Instalasi Mikrotik ada beberapa cara :
    1. Instalasi melalui NetInstall via jaringan
    2. Instalasi melalui Floppy disk
    3. Instalasi melalui CD-ROM.



    Kali ini kita akan membahasnya instalasi melalui CD-ROM. Untuk percobaan
    ini silahkan download ISOnya di

    Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang
    dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai PC Router/Gateway,
    Web Proxy, DNS Server, DHCP, Firewall serta Bandwidth Management.
    Konfigurasi ini dapat dimanfaatkan untuk membangun jaringan pada
    Internet Cafe atau untuk Testing pada Laboratorium Pribadi.

    --[2.1]-- Topologi Jaringan

    Topologi jaringan ini di anggap koneksi Internetnya melalui MODEM
    xDSL (ADSL atau SDSL). Dengan catatan konfigurasi IP Publiknya
    ditanam didalam MODEM, artinya perlu pula dipilih MODEM yang memiliki
    fasilitas seperti Routing, Firewall, dan lain-lain. Semakin lengkap
    semakin bagus, namun biasanya harga semakin mahal, yang patut
    dipertimbangkan pilihlah MODEM yang memiliki fasilitas Firewall yang
    bagus.

    Untuk MODEM SDSL, biasanya, IP dibawah NAT, artinya IP nya bukan IP
    Publik langsung. Dan umumnya untuk MODEM ADSL, IP Publiknya langsung
    ditanam di MODEM itu sendiri.

    Saat ini kita anggap IP Publiknya di tanam di MODEM, dimana Interface
    PPPoE nya sudah di konfigurasikan dan sudah bisa DIAL ke server RASnya.

    Agar memudahkan konfigurasi, perlu dirancang topologi jaringan yang
    dikonfigurasi. Sebagai contoh, skema dibawah ini:


    (a) Skema Jaringan

    _(
    o--+ ____|
    | / | Telpon
    | _/ -(
    +--[_] Splitter
    |
    | +----+
    +---| | Modem xDSL
    +--*-+
    (1)| +---+
    | | | (3)
    | | +|---------+
    | +-----+ | |. . . . . |
    | a| | | +--|-|-|-|-+
    +---|=====| | | | | |
    | | | | | | |
    | |---+ +-|-|-|--[client 1]
    | |b +-|-|------------[client 2]
    | | +-|----------------------[client 3]
    L-----J +--------[client n]
    (2)


    Keterangan skema
    (1) = Modem xDSL (Ip Address : 192.168.1.1/24)
    (2) = Mikrotik Box dengan 2 ethernet card yaitu a (publik) dan b (local)
    (3) = Switch
    Untuk sambungan ke Client. Asumsi Client Jumlahnya 20 Client
    Range Ip Address : 192.168.0.0/27
    Alokasi Ip Client = 192.168.0.1-192.168.0.30
    Ip Net ID : 192.168.0.0/27
    Ip Broadcast : 192.168.0.31/27




    (b) Alokasi IP Address
    [*] Mikrotik Box

    Keterangan Skema
    a = ethernet card 1 (Publik) -> Ip Address : 192.168.1.2/24
    b = ethernet card 2 (Local) -> Ip Address : 192.168.0.30/27

    Gateway : 192.168.1.1 (ke Modem)
    [*] Client
    Client 1 - Client n, Ip Address : 192.168.0.n .... n (1-30)

    Contoh:
    Client 6
    Ip Address : 192.168.0.6/27
    Gateway : 192.168.0.30 (ke Mikrotik Box)


    CATATAN :
    Angka dibelakang Ip address ( /27) sama dengan nilai netmasknya
    untuk angka (/27) nilainya sama dengan 255.255.255.224.

    Untuk Sub Netmask blok ip address Local kelas C, dapat diuraikan
    sebagai berikut :

    Subnetmask kelas C
    -------------------
    255.255.255.0 = 24 -> 254 mesin
    .. .128 = 25 -> 128 mesin
    .. .192 = 26 -> 64 mesin
    .. .224 = 27 -> 32 mesin
    .. .240 = 28 -> 16 mesin
    .. .248 = 29 -> 8 mesin
    .. .252 = 30 -> 4 mesin
    .. .254 = 31 -> 2 mesin
    .. .255 = 32 -> 1 mesin

    --[2.2]-- Persiapan

    - Untuk PC Router Siapkan PC, minimal Pentium I, RAM 64, HD 500M
    atau pake flash memory 64 - Sebagai Web proxy, Siapkan PC, minimal
    Pentium III 450Mhz, RAM 256 Mb, HD 20 Gb. Melihat berapa minimum
    RAM dan HD yang dibutuhkan untuk Cache Silahkan lihat


    - Siapkan minimal 2 ethernet card, 1 ke arah luar/Internet dan 1
    lagi ke Network local
    – Burn Source CD Mikrotik OS masukan ke CDROM.
    - Versi mikrotik yang digunakan adalah Mikrotik RouterOS versi 2.9.27


    --[3]-- Installasi Mikrotik Router
    Setelah desain skema jaringan serta perangkat yang dibutuhkan telah
    disiapkan, sekarang saatnya kita mulai proses instalasi ini.

    --[3.1]-- Booting melalui CD-ROM

    Atur di BIOS agar, supaya boot lewat CD-ROM, kemudian tunggu beberapa
    saat di monitor akan muncul proses Instalasi.

    -------------------------------------------------------------------------

    ISOLINUX 2.08 2003-12-12 Copyrigth (C) 1994-2003 H. Peter Anvin
    Loading linux..................
    Loading initrd.rgz.............
    Ready
    Uncompressing Linux... Ok, booting the kernel

    ------------------------------------------------------------------------

    --[3.2]-- Memilih paket software

    Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang
    mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan.

    Paket yang tersedia di Mikrotik

    advanced-tools-2.9.27.npk
    arlan-2.9.27.npk
    dhcp-2.9.27.npk
    gps-2.9.27.npk
    hotspot-2.9.27.npk
    hotspot-fix-2.9.27.npk
    isdn-2.9.27.npk
    lcd-2.9.27.npk
    ntp-2.9.27.npk
    ppp-2.9.27.npk
    radiolan-2.9.27.npk
    routerboard-2.9.27.npk
    routing-2.9.27.npk
    routing-test-2.9.27.npk
    rstp-bridge-test-2.9.27.npk
    security-2.9.27.npk
    synchronous-2.9.27.npk
    system-2.9.27.npk
    telephony-2.9.27.npk
    ups-2.9.27.npk
    user-manager-2.9.27.npk
    web-proxy-2.9.27.npk
    webproxy-test-2.9.27.npk
    wireless-2.9.27.npk
    wireless-legacy-2.9.27.npk

    --------------------------------------------------------------------------

    Welcome to Mikrotik Router Software Installation

    Move around menu using 'p' and 'n' or arrow keys, select with 'spacebar'.
    Select all with 'a', minimum with 'm'. Press 'i' to install locally or 'r' to
    install remote router or 'q' to cancel and reboot.

    [X] system [ ] lcd [ ] telephony
    [ ] ppp [ ] ntp [ ] ups
    [ ] dhcp [ ] radiolan [ ] user-manager
    [X] andvanced-tools [ ] routerboard [X] web-proxy
    [ ] arlan [ ] routing [ ] webproxy-test
    [ ] gps [ ] routing-test [ ] wireless
    [ ] hotspot [ ] rstp-bridge-test [ ] wireless-legacy
    [ ] hotspot [X] security
    [ ] isdn [ ] synchronous

    --------------------------------------------------------------------------

    Umumnya Paket Mikrotik untuk Warnet, Kantor atau SOHO adalah :

    a. SYSTEM : Paket ini merupakan paket dasar, berisi Kernel dari
    Mikrotik

    b. DHCP : Paket yang berisi fasilitas sebagai DHCP Server, DHCP
    client, pastikan memilih paket ini jika Anda menginginkan
    agar Client diberikan IP address otomatis dari DHCP Server

    c. SECURITY : Paket ini berisikan fasilitas yang mengutamakan Keamanan
    jaringan, seperti Remote Mesin dengan SSH, Remote via MAC
    Address
    d. WEB-PROXY : Jika Anda memilih paket ini, maka Mikrotik Box anda telah
    dapat menjalan service sebagai Web proxy yang akan menyimpan
    cache agar traffik ke Internet dapat di reduksi serta browsing
    untuk Web dapat dipercepat.

    e. ADVANCED TOOLS : Paket yang berisi Tool didalam melakukan Admnistrasi jaringan,
    seperti Bandwidth meter, Scanning, Nslookup, dan lain sebagainya.


    --[3.3]-- Instalasi Paket

    ketik "i" setelah selesai memilih software, lalu akan muncul menu
    pilihan seperti ini :

    - Do you want to keep old configuration ? [y/n] ketik Y
    - continue ? [y/n] ketik Y

    Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak
    perlu membuat partisi hardsik karena secara otomatis mikrotik akan
    membuat partisi sendiri.

    ----------------------------------------------------------------------------

    wireless-legacy (depens on system):
    Provides support for Cisco Aironet cards and for PrismlI and Atheros wireless
    station and AP.

    Do you want to keep old configuraion? [y/n]:y

    Warning: all data on the disk will be erased!

    Continue? [y/n]:y

    Creating partition..........
    Formatting disk.......................................

    Installing system-2.9.27 [################## ]

    ---------------------------------------------------------------------------


    Proses installasi

    ---------------------------------------------------------------------------

    Continue? [y/n]:y

    Creating partition.......................
    Formatting disk............................

    Installed system-2.9.27
    Installed advanced-tools-2.9.27
    Installed dhcp-2.9.27
    Installed security-2.9.27
    installed web-proxy-2.9.27

    Software installed.
    Press ENTER to reboot

    ------------------------------------------------------------------------------

    CATATAN :
    Proses Installasi normalnya tidak sampai 15 menit, jika lebih berarti gagal,ulangi
    ke step awal. Setelah proses installasi selesai maka kita akan diminta untuk
    merestart system, tekan enter untuk merestart system.



    --[3.5]-- Proses Check system disk

    Setelah komputer booting kembali ke system mikrotik, akan ada pilihan untuk
    melakukan check system disk, tekan "y".

    ----------------------------------------------------------------------------
    Loading system with initrd
    Uncompressing Linux... Ok, booting the kernel.
    Starting.

    It is recomended to check your disk drive for error,
    but it may take while (~1min for 1Gb).
    It can be done later with "/system check-disk".
    Do you want to do it now? [y/n]
    -----------------------------------------------------------------------------

    --[3.6]-- Proses Instalasi Selesai

    Setelah proses instalasi selesai, maka akan muncul menu login dalam modus
    terminal, kondisi sistem saat ini dalam keadaan default.

    Mikrotik login = admin
    Password = (kosong, enter saja)

    ---------------------------------------------------------------------------
    Mikrotik 2.9.27
    Mikrotik Login:


    MMM MMM KKK TTTTTTTTTTT KKK
    MMMM MMMM KKK TTTTTTTTTTT KKK
    MMM MMMM MMM III KKK KKK RRRRRR OOOOOO TTT III KKK KKK
    MMM MM MMM III KKKKK RRR RRR OOO OOO TTT III KKKKK
    MMM MMM III KKK KKK RRRRRR OOO OOO TTT III KKK KKK
    MMM MMM III KKK KKK RRR RRR OOOOOO TTT III KKK KKK

    MikroTik RouterOS 2.9.27 (c) 1999-2005





    Terminal vt102 detected, using multiline input mode
    [admin@Mikrotikl] >

    ----------------------------------------------------------------------------

    CATATAN :
    Konfigurasi Standar untuk mikrotik ada 2 modus, yaitu modus teks dan
    modus GUI. Modus Gui ada 2 juga, yaitu Via Browser serta Via Winbox.
    Untuk sekarang saya akan bahas via Teks. Karena cepat serta lebih memahami
    terhadap sistem operasi ini.

  16. The Following 3 Users Say Thank You to Ye_Nan_Thien For This Useful Post:


  17. #44
    Status
    Offline
    Ye_Nan_Thien's Avatar
    Forum Guru
    Join Date
    May 2008
    Posts
    1,731
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    3 (100%)
    --[4]-- Perintah Dasar

    Perintah mikrotik sebenarnya hampir sama dengan perintah yang ada dilinux,
    sebab pada dasarnya mikrotik ini merupakan kernel Linux, hasil pengolahan
    kembali Linux dari Distribusi Debian. Pemakaian perintah shellnya sama,
    seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard
    maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan
    awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri
    perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup
    hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell
    akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.



    Baiklah kita lanjutkan pengenalan perintah ini.
    Setelah login, cek kondisi interface atau ethernet card.

    --[4.1]-- Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router

    [admin@Mikrotik] > interface print
    Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
    # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
    0 R ether1 ether 0 0 1500
    1 R ether2 ether 0 0 1500

    [admin@Mikrotik]>

    Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
    etherned cardnya, seharusnya R (running).

    a. Mengganti nama interface
    [admin@Mikrotik] > interface(enter)

    b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka
    [admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public

    c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
    [admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local

    d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda "/", tanpa tanda kutip
    [admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public

    e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
    [admin@Mikrotik] > /interface print

    Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
    # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
    0 R Local ether 0 0 1500
    1 R Public ether 0 0 1500

    --[4.2]-- Mengganti password default
    Untuk keamanan ganti password default
    [admin@Mikrotik] > password
    old password: *****
    new password: *****
    retype new password: *****
    [admin@ Mikrotik]]>

    --[4.3]-- Mengganti nama hostname
    Mengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ini
    nama server akan diganti menjadi “routerku"

    [admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku
    [admin@routerku]>

    --[5]-- Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server

    --[5.1]-- IP Address

    Bentuk Perintah konfigurasi

    ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}

    a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untuk
    koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LAN
    kita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)

    [admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2 \
    netmask=255.255.255.0 interface=Public comment="IP ke Internet"

    [admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30 \
    netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = "IP ke LAN"

    b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

    [admin@routerku] >ip address print
    Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
    # ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
    0 ;;; IP Address ke Internet
    192.168.0.30/27 192.168.0.0 192.168.0.31 Local
    1 ;;; IP Address ke LAN
    192.168.1.2/24 192.168.0.0 192.168.1.255 Public
    [admin@routerku]>


    --[5.2]-- Gateway

    Bentuk Perintah Konfigurasi

    ip route add gateway={ip gateway}

    a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
    192.168.1.1

    [admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1

    b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

    [admin@routerku] > ip route print

    Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
    C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
    # DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
    0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.30 Local
    1 ADC 192.168.0.0/27 192.168.1.2 Public
    2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 Public
    [admin@routerku]>

    c. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar

    [admin@routerku] > ping 192.168.1.1
    192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
    192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
    2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
    round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
    [admin@routerku]>

    --[5.3]-- NAT (Network Address Translation)

    Bentuk Perintah Konfigurasi

    ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-inteface={ethernet
    yang langsung terhubung ke Internet atau Public}

    a. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
    client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

    [admin@routerku] > ip firewall nat add chain=scrnat out-interface=Public action=masquerade
    [admin@routerku]>

    b. Melihat konfigurasi Masquerading

    [admin@routerku] ip firewall nat print
    Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
    0 chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade
    [admin@routerku]>




    --[5.4] Name server

    Bentuk Perintah Konfigurasi

    ip dns set primary-dns={dns utama} secondary-dns={dns ke dua}

    a. Setup DNS pada Mikrotik Routers, misalkan DNS dengan Ip Addressnya
    Primary = 202.134.0.155, Secondary = 202.134.2.5

    [admin@routerku] > ip dns set primary-dns=202.134.0.155 allow-remoterequests=yes
    [admin@routerku] > ip dns set secondary-dns=202.134.2.5 allow-remoterequests=yes

    b. Melihat konfigurasi DNS

    [admin@routerku] > ip dns print
    primary-dns: 202.134.0.155
    secondary-dns: 202.134.2.5
    allow-remote-requests: no
    cache-size: 2048KiB
    cache-max-ttl: 1w
    cache-used: 16KiB

    [admin@routerku]>

    c. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain

    [admin@routerku] > ping yahoo.com
    216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
    10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
    round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
    [admin@routerku]>

    Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

    Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
    berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
    server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang
    bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
    mikrotik kita 192.168.0.30, via browser buka . Di Browser akan ditampilkan
    dalam bentuk web dengan beberapa menu, cari tulisan Download dan download WinBox dari situ.
    Simpan di local harddisk. Jalankan Winbox, masukkan Ip address, username dan password.


    --[7]-- DHCP Server

    DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang
    memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server,
    sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator
    untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.

    Bentuk perintah konfigurasi

    ip dhcp-server setup
    dhcp server interface = { interface yang digunakan }
    dhcp server space = { network yang akan di dhcp }
    gateway for dhcp network = { ip gateway }
    address to give out = { range ip address }
    dns servers = { name server }
    lease time = { waktu sewa yang diberikan }


    Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
    dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

    a. Tambahkan IP address pool

    /ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.1-192.168.0.30

    b. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client.
    Pada contoh ini networknya adalah 192.168.0.0/27 dan gatewaynya 122.168.0.30

    /ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/27 gateway=192.168.0.30 dns-server=192.168.0.30 \
    comment=""

    c. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface Local )

    /ip dhcp-server add interface=local address-pool=dhcp-pool

    d. Lihat status DHCP server

    [admin@routerku] > ip dhcp-server print

    Flags: X - disabled, I - invalid

    # NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP

    0dhcp1 Local

    Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
    dahulu pada langkah e.

    e. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya

    /ip dhcp-server enable 0

    kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
    sudah aktif

    f. Tes Dari client

    Misalnya :
    D:\>ping

    --[8]-- Transparent Proxy Server

    Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke suatu web
    yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di simpan didalam
    caching server.Transparent proxy menguntungkan dalam management client,
    karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy di
    setiap browser komputer client karena redirection dilakukan otomatis di sisi
    server.

    Bentuk perintah konfigurasi :
    a. Setting web proxy :

    - ip proxy set enable=yes
    port={ port yang mau digunakan }
    maximal-client-connections=1000
    maximal-server-connections=1000

    - ip proxy direct add src-address={ network yang akan di
    NAT} action=allow

    - ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional}
    hostname={ nama host untuk proxy/optional}
    port={port yang mau digunakan}
    src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi
    ke parent proxy/default 0.0.0.0}
    transparent-proxy=yes
    max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan
    sebagai cache/default 4096 in Kilobytes}
    max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan
    dipakai sebagai penyimpan file cache/unlimited
    | none | 12 in megabytes}
    cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan
    apabila proxy error, status akan dikirim
    ke email tersebut}
    enable==yes


    Contoh konfigurasi
    -------------------

    a. Web proxy setting

    / ip web-proxy
    set enabled=yes src-address=0.0.0.0 port=8080 \
    hostname="proxy.routerku.co.id" transparent-proxy=yes \
    parent-proxy=0.0.0.0:0 cache-administrator="support@routerku.co.id" \
    max-object-size=131072KiB cache-drive=system max-cache-size=unlimited \
    max-ram-cache-size=unlimited

    Nat Redirect, perlu ditambahkan yaitu rule REDIRECTING untuk membelokkan
    traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY.

    b. Setting firewall untuk Transparant Proxy

    Bentuk perintah konfigurasi :

    ip firewall nat add chain=dstnat
    protocol=tcp
    dst-port=80
    action=redirect
    to-ports={ port proxy }

    Perintahnya:

    --------------------------------------------------------------------------------
    / ip firewall nat
    add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080 \
    comment="" disabled=no
    add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=3128 action=redirect to-ports=8080 \
    comment="" disabled=no
    add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=8000 action=redirect to-ports=8080 \
    --------------------------------------------------------------------------------

    perintah diatas dimaksudkan, agar semua trafik yang menuju Port 80,3128,8000
    dibelokkan menuju port 8080 yaitu portnya Web-Proxy.

    CATATAN:
    Perintah

    /ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy}
    /ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}

  18. The Following 4 Users Say Thank You to Ye_Nan_Thien For This Useful Post:


  19. #45
    Status
    Offline
    Ye_Nan_Thien's Avatar
    Forum Guru
    Join Date
    May 2008
    Posts
    1,731
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    3 (100%)
    --[9]-- Bandwidth Management

    QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan pelayanan
    yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan bandwidth management
    untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi
    adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software
    untuk memanagement bandwidth.

    Bentuk perintah konfigurasi:

    queue simple add name={ nama }
    target-addresses={ ip address yang dituju }
    interface={ interface yang digunakan untuk melewati data }
    max-limit={ out/in }

    Dibawah ini terdapat konfigurasi Trafik shaping atau bandwidth management
    dengan metode Simple Queue, sesuai namanya, Jenis Queue ini memang
    sederhana, namun memiliki kelemahan, kadangkala terjadi kebocoran bandwidth
    atau bandwidthnya tidak secara real di monitor. Pemakaian untuk 10 Client,
    Queue jenis ini tidak masalah.

    Diasumsikan Client ada sebanyak 15 client, dan masing-masing client diberi
    jatah bandwidth minimum sebanyak 8kbps, dan maksimum 48kbps. Sedangkan
    Bandwidth totalnya sebanyak 192kbps. Untuk upstream tidak diberi rule,
    berarti masing-masing client dapat menggunakan bandwidth uptream secara
    maksimum. Perhatikan perintah priority, range priority di Mikrotik sebanyak
    delapan. Berarti dari 1 sampai 8, priority 1 adalah priority tertinggi,
    sedangkan priority 8 merupakan priority terendah.

    Berikut Contoh kongirufasinya.
    --------------------------------------------------------------------------------
    / queue simple
    add name="trafikshaping" target-addresses=192.168.0.0/27 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=none priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/64000 max-limit=0/192000 total-queue=default disabled=no
    add name="01" target-addresses=192.168.0.1/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="02" target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="03" target-addresses=192.168.0.3/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="04" target-addresses=192.168.0.4/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="10" target-addresses=192.168.0.25/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="05" target-addresses=192.168.0.5/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="06" target-addresses=192.168.0.6/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="07" target-addresses=192.168.0.7/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="08" target-addresses=192.168.0.8/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="09" target-addresses=192.168.0.9/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="10" target-addresses=192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="11" target-addresses=192.168.0.11/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="12" target-addresses=192.168.0.12/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="13" target-addresses=192.168.0.13/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="14" target-addresses=192.168.0.14/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
    add name="15" target-addresses=192.168.0.15/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
    limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

    Perintah diatas karena dalam bentuk command line, bisa juga di copy
    paste, selanjutnya di paste saja ke consol mikrotiknya. ingat lihat
    dulu path atau direktory aktif. Silahkan dipaste saja, kalau posisi
    direktorynya di Root.

    -------------------------------------------------------------------
    Terminal vt102 detected, using multiline input mode
    [admin@mikrotik] >
    ------------------------------------------------------------------

    Pilihan lain metode bandwidth manajemen ini, kalau seandainya ingin
    bandwidth tersebut dibagi sama rata oleh Mikrotik, seperti bandwidth
    256kbps downstream dan 256kbps upstream. Sedangkan client yang akan
    mengakses sebanyak 10 client, maka otomatis masing-masing client
    mendapat jatah bandwidth upstream dan downstream sebanyak 256kbps
    dibagi 10. Jadi masing-masing dapat 25,6kbps. Andaikata hanya 2 Client
    yang mengakses maka masing-masing dapat 128kbps.

    Untuk itu dipakai type PCQ (Per Connection Queue), yang bisa secara
    otomatis membagi trafik per client. Tentang jenis queue di mikrotik
    ini dapat dibaca pada manualnya di
    ros/2.9/root/queue.php.

    Sebelumnya perlu dibuat aturan di bagian MANGLE. Seperti :

    --------------------------------------------------------------------
    /ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/27 \
    action=mark-connection new-connection-mark=users-con
    /ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet \
    new-packet-mark=users chain=forward
    ----------------------------------------------------------------------

    Karena type PCQ belum ada, maka perlu ditambah, ada 2 type PCQ ini.
    Pertama diberi nama pcq-download, yang akan mengatur semua trafik
    melalui alamat tujuan/destination address. Trafik ini melewati
    interface Local. Sehingga semua traffik download/downstream yang
    datang dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.

    Tipe PCQ kedua, dinamakan pcq-upload, untuk mengatur semua trafik upstream
    yang berasal dari alamat asal/source address. Trafik ini melewati
    interface public. Sehingga semua traffik upload/upstream yang berasal
    dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.

    Perintah:
    -------------------------------------------------------------------------
    /queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address
    /queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address
    -------------------------------------------------------------------------

    Setelah aturan untuk PCQ dan Mangle ditambahkan, sekarang untuk aturan
    pembagian trafiknya. Queue yang dipakai adalah Queue Tree, Yaitu:

    -------------------------------------------------------------------------
    /queue tree add parent=Local queue=pcq-download packet-mark=users
    /queue tree add parent=Public queue=pcq-upload packet-mark=users
    -------------------------------------------------------------------------

    Perintah diatas mengasumsikan, kalau bandwidth yang diterima dari provider
    Internet berflukstuasi atau berubah-rubah. Jika kita yakin bahwa bandwidth
    yang diterima, misalkan dapat 256kbs downstream, dan 256kbps upstream, maka
    ada lagi aturannya, seperti :

    Untuk trafik downstreamnya :
    ------------------------------------------------------------------------
    /queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k
    /queue tree add parent=Download queue=pcq-download packet-mark=users
    -------------------------------------------------------------------------

    Dan trafik upstreamnya :
    ---------------------------------------------------------------------------
    /queue tree add name=Upload parent=Public max-limit=256k
    /queue tree add parent=Upload queue=pcq-upload packet-mark=users
    ---------------------------------------------------------------------------

    --[10]-- Monitor MRTG via Web

    Fasilitas ini diperlukan untuk monitoring trafik dalam bentuk grafik, dapat
    dilihat dengan menggunakan browser. MRTG (The Multi Router Traffic Grapher)
    telah dibuild sedemikian rupa, sehingga memudahkan kita memakainya. Telah
    tersedia dipaket dasarnya.

    Contoh konfigurasinya

    -------------------------------------------------------------------------
    / tool graphing
    set store-every=5min
    / tool graphing interface
    add interface=all allow-address=0.0.0.0/0 store-on-disk=yes disabled=no
    ---------------------------------------------------------------------------

    Perintah diatas akan menampilkan grafik dari trafik yang melewati interface
    jaringan baik berupa Interface Public dan Interface Local, yang dirender
    setiap 5 menit sekali. Juga dapat diatur Alamat apa saja yang dapat mengakses
    MRTG ini, pada parameter allow-address.

    --[11]-- Keamanan di Mikrotik

    Setelah beberapa Konfigurasi diatas telah disiapkan, tentu tidak lupa kita
    perhatikan keamanan dari Mesin gateway Mikrotik ini, ada beberapa fasilitas
    yang dipergunakan. Dalam hal ini akan dibahas tentang Firewallnya. Fasilitas
    Firewall ini secara pringsip serupa dengan IP TABLES di Gnu/Linux hanya saja
    beberapa perintah telah di sederhanakan namun berdaya guna.

    Di Mikrotik perintah firewall ini terdapat dalam modus IP, yaitu

    [admin@routerku] > /ip firewall

    Terdapat beberapa packet filter seperti mangle, nat, dan filter.

    -------------------------------------------------------------------------

  20. The Following 8 Users Say Thank You to Ye_Nan_Thien For This Useful Post:


 

 
Page 3 of 8 FirstFirst 12345 ... LastLast

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 2 users browsing this thread. (0 members and 2 guests)

Similar Threads

  1. tanya: cara membatasi mac address client
    By carrud in forum General Networking
    Replies: 5
    Last Post: 27-11-2011, 12:42
  2. [HELP] Bandwith 256 kbps untuk 25 Client gimana cara settingnya.
    By brain_devil2006 in forum Beginner Basics
    Replies: 45
    Last Post: 22-09-2011, 13:41
  3. Replies: 5
    Last Post: 21-08-2011, 05:47
  4. Cara bagi bandwidth
    By semar in forum General Networking
    Replies: 2
    Last Post: 26-05-2011, 17:40
  5. [ASK] Bagaimana Bagi Bandwith
    By gun in forum Beginner Basics
    Replies: 5
    Last Post: 27-12-2010, 14:30

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •