Follow us on...
Follow us on G+ Follow us on Twitter Follow us on Facebook Watch us on YouTube
Register
Page 4 of 8 FirstFirst ... 23456 ... LastLast
Results 46 to 60 of 118
  1. [a]'s Avatar
    [a]
    Status
    Offline
    Administrator Array
    Join Date
    Jun 2007
    Location
    Jakarta, Indonesia, Indonesia
    Posts
    1,729
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    1 (100%)

    Jump to Comments

    Konsep Dasar IP Address

    117 Comments by [a] Published on 17-07-2007 11:16
    Konsep Dasar IP Address


    Walaupun bagi para pengguna Internet umumnya kita hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju, seperti: server.indo.net.id, rad.net.id, ui.ac.id, itb.ac.id. Bagi komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat di programkan dengan mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address.

    Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA - salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia untuk urusan alokasi IP Address ini adalah :

    InterNIC Registration Services Network Solution Incorporated 505 Huntmar Park Drive, Herndon, Virginia 22070 Tel: [800] 444-4345, [703] 742-4777 FAX: [703] 742-4811 E-mail: hostmaster@internic.net

    Sedangkan untuk tingkat Asia Pasifik saat ini masih dikoordinasi oleh:

    Asia Pacific Network Information Center c/o Internet Initiative Japan, Inc. Sanbancho Annex Bldg., 1-4, Sanban-cho, Chiyoda-ku, Tokyo, 102 Japan Tel: +81-3-5276-3973 FAX: +81-3-5276-6239 E-mail: domreg@apnic.net

    Struktur IP Address


    IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255. Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host. Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari. Beberapa contoh IP Address adalah :

    44.132.1.20
    167.205.9.35
    202.152.1.250

    Ilustrasi IP Addres dalam desimal dan biner dapat dilihat pada gambar 1 berikut :

    Click here to enlarge
    Gambar 1. IP Address dalam Bilangan Desimal dan Biner

    IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit network/network bit) dan bagian host (bit-bit host/host bit). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit network yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network.


    Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut : ·

    * Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A. Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 2 berikut.

    Click here to enlarge
    Gambar 2. Struktur IP Address Kelas A

    * Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 3 berikut.

    Click here to enlarge
    Gambar 3. Struktur IP Address Kelas B

    * Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 4.

    Click here to enlarge
    Gambar 4. Struktur IP Address Kelas C

    Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.

    Jenis kelas address yang diberikan oleh kooordinator IP Address bergantung kepada kebutuhan instansi yang meminta, yakni jumlah host yang akan diintegrasikan dalam network dan rencana pengembangan untuk beberapa tahun mendatang. Untuk perusahaan, kantor pemerintah atau universitas besar yang memiliki puluhan ribu komputer dan sangat berpotensi untuk tumbuh menjadi jutaan komputer, koordinator IP Address akan mempertimbangkan untuk memberikan kelas A. Contoh IP Address kelas A yang dipakai di Internet adalah untuk amatir paket radio seluruh dunia, mendapat IP nomor 44.xxx.xxx.xxx. Untuk kelas B, contohnya adalah nomor 167.205.xxx.xxx yang dialokasikan untuk ITB dan jaringan yang terkait ke ITB dibawah koordinator Onno W. Purbo.

    Address Khusus

    Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah :

    * Network Address
    Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address 202.152.1.250 adalah 202.152.1.0. Analogi yang baik untuk menjelaskan fungsi network address ini adalah dalam pengolahan surat pada kantor pos. Petugas penyortir surat pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat (tidak perlu membaca seluruh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut. Pekerjaan “routing” surat-surat menjadi lebih cepat. Demikian juga halnya dengan router di Internet pada saat melakukan routing atas paket-paket data.

    * Broadcast Address

    Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki address broadcast yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.

    * Netmask

    Adalah address yang digunakan untuk melakukan masking / filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk menentukan kemana packet tersebut dikirim.

    Kaitan antara host address, network address, broadcast address & network mask sangat erat sekali - semua dapat dihitung dengan mudah jika kita cukup paham mengenai bilangan Biner. Jika kita ingin secara serius mengoperasikan sebuah jaringan komputer menggunakan teknologi TCP/IP & Internet, adalah mutlak bagi kita untuk menguasai konsep IP address tersebut. Konsep IP address sangat penting artinya bagi routing jaringan Internet. Kemampuan untuk membagi jaringan dalam subnet IP address penting artinya untuk memperoleh routing yang sangat effisien & tidak membebani router-router yang ada di Internet. Mudah-mudahan tulisan awal ini dapat membuka sedikit tentang teknologi / konsep yang ada di dalam Internet.

    Sumber : Aulia K. Arif & Onno W. Purbo

  2. The Following 78 Users Say Thank You to [a] For This Useful Post:

    + Show/Hide list of the thanked


  3. Total Comments 117

    Comments

  4. #46
    Status
    Offline
    andrie_newbie's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    1
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0

    Quo Vadis...Networking

    gw newbie..dinetworking...makasih atas bagi22 ilmunya..smoga ke depannya lebih makyusss...Click here to enlarge

  5. #47
    Status
    Offline
    ano2503's Avatar
    Newbie
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    21
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Ikut ajaClick here to enlarge

  6. #48
    Status
    Offline
    ano2503's Avatar
    Newbie
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    21
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by gateway Click here to enlarge
    nubie jadi ngerti sekarang.....Click here to enlarge

    Ikut aja brooo

  7. #49
    Status
    Offline
    arean23's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    jl pelajar no 200 kutacane
    Posts
    3
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge loudbalancing 2 modem speedy dimikrotik gimana caranya semua tutorial sudah coba tidak ada yang berhasil STTreeessss

    ini skemanya... minta bantuan dong solanya saya guru leb smk yang baru kenal mikrotik

    modem adsl 1------+ (192.168.1.1 / 125.165.56.10)
    ether2---+(192.168.1.2)
    I------------------I
    I mikrotik I+--------ether 1 lan (192.168.0.255)
    I------------------I
    ether3---+(192.168.2.2)
    modem adsl 2-------+(192.168.2.1 / 125.165.56.11)

    mohon tutorialnya saya pakai mikrotik v 3.9


    mohon bantuan nya..... arean23@gmail.com mohon bantuan kasian murid saya...

  8. #50
    Status
    Offline
    ajatsu's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    2
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    thanx bgt nh bwt postingannya...
    belajar belajar dan terus belajar...

  9. #51
    Status
    Offline
    RastabiL's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Jogjarasta
    Posts
    3
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0

    RastabiL

    Jd tambah Ilmu neh...,Click here to enlarge
    salam kenal jah buat semua..,
    mohon bimbingannya masih belajar dan baru kenal ma mikrotik Click here to enlarge

  10. #52
    Status
    Offline
    ardix_2000's Avatar
    Member
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    WonoGiri
    Posts
    127
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge ampe mata gw berair Click here to enlarge tetep aja gw belum mudeng juga nich

    bego..bego... Click here to enlarge

  11. #53
    Status
    Offline
    butho.galak's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    6
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    ikut blajar kelompok ya om....????

    para master aku ikut jg yaaa....?????

    Click here to enlargeClick here to enlargeClick here to enlargeClick here to enlargeClick here to enlarge

    istilah2nya bnyak yg gk mudeng master, maklum nubie....

    Click here to enlargeClick here to enlargeClick here to enlargeClick here to enlargeClick here to enlarge

  12. #54
    Status
    Offline
    chans17's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    4
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    maksih..maksih para suhu mikrotik... jadi cerah nih plus nambah ilmu

  13. #55
    Status
    Offline
    acmal's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Nov 2007
    Location
    Kendari
    Posts
    6
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Numpang nambahin penjelasan tentang kelas A,255 B, dan C:

    Masing-masing kelas A, B, dan C memiliki Subnet Mask default. Apakah itu Subnet Mask? Ia adalah sekumpulan IP yang akan membantu kita membedakan porsi untuk Network Id dan porsi untuk Host Id pada suatu IP Address. Karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa IP Address terdiri dari Network Id dan Host Id.

    Berikut Subnet Mask default masing-masing kelas tersebut:

    Kelas A:

    dalam desimal: 255.0.0.0
    dalam biner: 11111111.00000000.00000000.00000000

    Kelas B:

    dalam desimal: 255.255.0.0
    dalam biner: 11111111.11111111.00000000.00000000

    Kelas C:

    dalam desimal: 255.255.255.0
    dalam biner: 11111111.11111111.11111111.00000000

    Pada Subnet Mask, oktet yang berisi nilai 1 menandakan bahwa oktet tersebut merupakan porsi untuk Network Id, dan yang berisi nilai 0 menandakan bahwa oktet tersebut merupakan porsi untuk Host Id. Jadi pada jika didetailkan tentang masing-masing porsi untuk Network Id dan Host Id sebagai berikut:

    Kelas A:

    Oktet 1 | Oktet 2 | Oktet 3 | Oktet 4

    Net-Id |<-----------Host Id------->|

    Kelas B:

    Oktet 1 | Oktet 2 | Oktet 3 | Oktet 4

    <-----Net-Id----->|<-----Host Id---->|

    Kelas C

    Oktet 1 | Oktet 2 | Oktet 3 | Oktet 4

    |<-----------Net Id-------->|Host-Id|


    Berangkat dari sini, baru deh kita mulai coba menentukan range IP dari masing-masing kelas. Kita mulai dari kelas A, kemudian B, dan terakhir C:

    Kelas A

    Network Id menempati 1 oktet pertama. Nilai minimum adalah 00000000 (dalam biner) atau 0 (dalam desimal) dan nilai maksimum adalah 11111111 (dalam biner) atau 255 (dalam desimal) dengan jumlah Network = 2^8 = 256. Namum ada aturan terkait bahwa bit paling kiri pada kelas A harus bernilai 0, sehingga peta biner pada oktet pertama menjadi:

    |0|nnnnnnn|

    Karena 1 bit paling kiri sudah ditetapkan, sehingga kelas A tinggal memiliki 7 bit (8 - 1) yang dapat digunakan sebagai IP Network ID yang nilai minimumnya adalah 00000000 (dalam biner) atau 0 (dalam desimal) dan nilai maksimumnya adalah 01111111 (dalam biner) atau 127 (dalam desimal) dengan jumlah Network = 2^7 = 128. Dari hasil hitungan ini kita mulai mendapatkan range Network ID kelas A, yaitu: 0 - 127. Jika dilengkapi dengan host jadinya:

    0.0.0.0 - 127.0.0.0

    Ternyata ada aturan lagi bahwa Network 0.0.0.0 dicadangkan dan 127.0.0.0 digunakan untuk loopback sehingga kedua network tersebut tidak dapat digunakan. Akhirnya kita menemukan bahwa IP Network yang "real" pada kelas A yaitu 1.0.0.0 - 126.0.0.0 dengan jumlah Network = 128 - 2 = 126.

    Kelas B

    Network Id menempati 2 oktet pertama. Nilai minimum adalah 00000000.00000000 (dalam biner) atau 0 (dalam desimal) dan nilai maksimum adalah 11111111.11111111 (dalam biner) atau 255.255 dengan jumlah Network = 2^16 = 65536. Namun ada aturan terkait bahwa 2 bit paling kiri pada kelas B harus bernilai 10, sehingga peta biner pada oktet pertama dan kedua menjadi:

    |10|nnnnnn|nnnnnnnn|

    Karena 2 bit paling kiri sudah ditetapkan, sehingga kelas B tinggal memiliki 14 bit (16 - 2) yang dapat digunakan sebagai IP Network ID yang nilai minimumnya adalah 10000000.00000000 (dalam biner) atau 128.0 (dalam desimal) dan nilai maksimum adalah 10111111.11111111 (dalam biner) atau 191.255 (dalam desimal) dengan jumlah Network = 2^14 = 16384. Dari hasil hitungan ini kita mulai mendapatkan range Network ID kelas B, yaitu 128.0 - 191.255. Jika dilengkapi dengan host jadinya:

    128.0.0.0 - 192.255.0.0

    Ternyata ada aturan lagi bahwa Network 191.255 dicadangkan sehingga network tersebut tidak dapaat digunakan. Akhirnya kita menemukan bahwa IP Network yang "real" pada kelas B yaitu 128.0.0.0 - 192.254.0.0 dengan jumlah Network = 16384 - 1 = 16383

    Kelas C

    Network Id menempati 3 oktet pertama. Nilai minimum adalah 00000000.00000000.00000000 (dalam biner) atau 0 (dalam desimal) dan nilai maksimum adalah 11111111.11111111.11111111 (dalam biner) atau 255.255.255 (dalam desimal) dengan jumlah Network = 2^24 = 16777216. Namun ada aturan terkait bahwa 3 bit paling kiri pada kelas C harus bernilai 110, sehingga peta biner pada oktet pertama, kedua, dan ketiga menjadi:

    |110|nnnnn|nnnnnnnn|nnnnnnnn|

    Karena 3 bit paling kiri sudha ditetapkan, sehingga kelas C tinggal memiliki 21 bit (24 - 3) yang dapat digunakan sebagai IP Network Id yang nilai minimumnya adalah 11000000.00000000.00000000 (dalam biner) atau 192.0.0.0 (dalam desimal) dan nilai maksimum adalah 11011111.11111111.11111111 (dalam biner) atau 223.255.255 (dalam desimal) dengan jumlah Network = 2^21 = 2097152. Dari hasil hitungan ini kita mulai mendapatkan range Network Id kelas C, yaitu 192.0.0 - 233.255.255. Jika dilengkapi dengan host jadinya:

    192.0.0.0 - 233.255.255.0

    Ternyata ada aturan lagi bahwa Network 192.0.0.0 dan 233.255.255.0 dicadangkan sehingga kedua Network tersebut tidak dapat digunakan. Akhirnya kita mendapatkan bahwa IP Network yang "real" pada kelas C yaitu 192.0.1.0 - 233.255.254.0 dengan jumlah Network = 2097152 - 2 = 2097150.

    Maaf kalo kurang jelas, maklum nubie Click here to enlarge

    Sumber: Implementasi Jaringan Komputer dengan Linux Redhat 9, Husni
    Last edited by acmal; 21-02-2009 at 22:28. Reason: nambahin sumber nya :D

  14. The Following 3 Users Say Thank You to acmal For This Useful Post:


  15. #56
    Status
    Offline
    el-hasany's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    9
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Thankz Bro ! wat postingnya nech, sangat membantuku sekali. coz Q diberi soal ma guru Q sulit tuk menjawab !Click here to enlarge

  16. #57
    Status
    Offline
    volexis's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    May 2009
    Posts
    1
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    sippp nuhun....jd ngerti

  17. #58
    Status
    Offline
    fallen angel's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    11
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlargebeuh... koq gk mudenk sih bilangan biner kie...hik's...hik's..hik's, migren...

  18. The Following User Says Thank You to fallen angel For This Useful Post:


  19. #59
    Status
    Offline
    Globalindo.Com's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Jun 2009
    Posts
    2
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlargeduh,gak nyambung otak gwClick here to enlarge
    masih newbie
    hasil sementara puyeng Click here to enlarge
    tp gw belajar lbh keras lg dech
    Click here to enlarge

  20. #60
    Status
    Offline
    amrul_haq's Avatar
    Baru Gabung
    Join Date
    Jun 2009
    Posts
    11
    Reviews
    Read 0 Reviews
    Downloads
    0
    Uploads
    0
    Feedback Score
    0
    Click here to enlarge Originally Posted by ardix_2000 Click here to enlarge
    Click here to enlarge ampe mata gw berair Click here to enlarge tetep aja gw belum mudeng juga nich

    bego..bego... Click here to enlarge
    t'nyata kita senasib brooo hehehe.....
    nasiiibb... nasiiibbbb....Click here to enlarge

 

 
Page 4 of 8 FirstFirst ... 23456 ... LastLast

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •